Makanan Sehat

Mengenal Label Nutri-Level pada Minuman Kemasan dan Arti Nilai A hingga D

Memilih minuman kemasan kini tidak hanya mempertimbangkan rasa, harga, atau merek, tetapi juga kandungan gizi yang terdapat di dalamnya. Pemerintah Indonesia memperkenalkan sistem pelabelan Nutri-Level untuk membantu masyarakat memahami kandungan gula, garam, dan lemak melalui kategori A hingga D. Sistem ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih bijak. Dengan tampilan huruf dan warna yang mudah dikenali, konsumen dapat memperoleh gambaran awal mengenai komposisi minuman sebelum membelinya. Namun, setiap kategori memiliki arti yang perlu dipahami agar masyarakat tidak keliru menafsirkan informasi pada kemasan.

Apa Itu Label Nutri-Level pada Produk Minuman?

Label Nutri-Level adalah metode pengelompokan kandungan zat gizi yang ditujukan untuk mempermudah pembeli memahami karakteristik produk pangan. Melalui sistem tersebut, produk dikelompokkan ke dalam empat tingkatan, mulai dari A hingga D. Setiap kategori memberikan gambaran mengenai kandungan nutrisi yang perlu diperhatikan. Penanda yang ditampilkan membantu proses pemilihan minuman sehari-hari. Oleh sebab itu, konsumen memiliki acuan tambahan dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Sebagai bagian dari upaya kesehatan masyarakat, pengembangan Nutri-Level mendukung edukasi mengenai kandungan gizi pangan. Pada tahun 2026, pemerintah memperkuat kebijakan informasi gizi bagi masyarakat. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menerbitkan ketentuan untuk pangan olahan siap saji, sementara BPOM mengatur informasi nilai gizi pada pangan olahan kemasan. Sekalipun menggunakan sistem tingkatan yang sejenis, cakupan produk dan ketentuan teknisnya perlu dibedakan berdasarkan regulasi yang berlaku. Pemahaman tersebut diperlukan agar konsumen memperoleh informasi yang tepat.

Memahami Perbedaan Warna dan Huruf dalam Label Nutri-Level

Penilaian Nutri-Level dibagi menjadi empat tingkatan yang disajikan dengan simbol yang mudah dikenali. Level A berwarna hijau tua dan menjadi kelompok yang umumnya lebih dianjurkan. Tingkatan B ditandai warna hijau muda dan menjadi pilihan yang masih tergolong lebih baik dibandingkan kategori tinggi. Di sisi lain, Level C ditandai dengan warna kuning untuk menunjukkan kandungan yang mulai meningkat. Sedangkan, Level D berwarna merah menandakan perlunya pembatasan lebih besar.

Satu hal yang harus diperhatikan adalah bahwa Nutri-Level bukan sekadar penilaian rasa manis. Untuk penilaian minuman berdasarkan ketentuan Kementerian Kesehatan, kategori mempertimbangkan kandungan gula, natrium, dan lemak jenuh. Pemberian kategori mengikuti komponen dengan kategori paling tinggi. Sebagai gambaran, minuman dengan gula relatif rendah tidak otomatis masuk kelompok terbaik apabila komponen lain melewati batas kategori. Oleh sebab itu, konsumen sebaiknya tidak menilai minuman hanya berdasarkan kemanisan.

Memahami Batas Kandungan Gula pada Setiap Level

Jumlah gula merupakan komponen penting ketika menentukan pilihan minuman sehari-hari. Berdasarkan pengelompokan minuman siap saji, penilaian gula menggunakan ukuran per 100 mililiter. Sebagai gambaran kategorinya, Level A memiliki gula tidak lebih dari sekitar satu gram serta mensyaratkan tidak adanya pemanis tambahan. Level B berada pada rentang gula lebih dari satu sampai lima gram. Level C menunjukkan kandungan gula pada kisaran di atas lima sampai sepuluh gram. Adapun, Level D menunjukkan gula yang melampaui sepuluh gram per 100 mL. Perlu diperhatikan, batas ini harus disesuaikan dengan sistem klasifikasi produk bersangkutan.

Selain memperhatikan nilai per 100 mililiter, konsumen sebaiknya memperhatikan ukuran kemasan. Untuk memberikan gambaran sederhana, minuman dengan kandungan gula delapan gram per 100 mL mengandung sekitar 20 gram gula dalam porsi 250 mL. Perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa jumlah minuman memengaruhi asupan gula. Apabila seseorang mengonsumsi beberapa minuman manis dalam sehari, total gula berpotensi melampaui kebutuhan yang dianjurkan. Karena itu, membandingkan kadar gula harus memperhatikan jumlah yang dikonsumsi.

Peran Informasi Nutri-Level dalam Membantu Pilihan Minuman Sehat

Penggunaan informasi nutrisi secara sederhana bermanfaat untuk meningkatkan perhatian terhadap kandungan makanan dan minuman. Saat memilih minuman di toko, konsumen menemukan berbagai kemasan dengan klaim berbeda. Beberapa minuman menampilkan tulisan rendah gula atau rendah kalori. Meski begitu, klaim pada bagian depan kemasan belum tentu menjelaskan seluruh kandungan produk. Dengan adanya Nutri-Level, masyarakat memiliki acuan yang lebih praktis sebelum menentukan produk yang akan dibeli.

Jika dikaitkan dengan pola hidup sehat, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebihan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Kebiasaan mengonsumsi gula tambahan dalam jumlah besar berpotensi berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Ketika disertai pola hidup kurang sehat, kondisi tersebut berpotensi memperbesar risiko masalah metabolik. Selain pengaruh gula, konsumsi natrium dan lemak jenuh berlebihan perlu dikendalikan melalui pola makan seimbang. Hal yang tidak boleh dilupakan, Nutri-Level bukan alat diagnosis penyakit. Sistem klasifikasi ini menjadi alat bantu memahami kandungan tertentu.

Tips Memilih Minuman Kemasan dengan Informasi Gizi

Langkah pertama ketika memilih minuman adalah memeriksa kategori yang tercantum pada kemasan. Jika konsumen menemukan pilihan minuman serupa, kategori A atau B dapat menjadi pilihan awal untuk dipertimbangkan. Namun demikian, pembeli tetap perlu membaca tabel informasi nilai gizi. Jumlah porsi per kemasan harus diperhitungkan dengan benar. Hal ini karena, satu botol dapat berisi lebih dari satu sajian. Jika seluruh keterangan diperhatikan, konsumen lebih mudah menyesuaikan konsumsi dengan kebutuhan.

Di samping membandingkan kategori A hingga D, konsumen sebaiknya memperhatikan frekuensi minum. Air mineral tanpa pemanis dapat diprioritaskan sebagai minuman rutin. Adapun, minuman manis dapat dibatasi sesuai kebutuhan. Jika terbiasa memesan kopi susu, konsumen dapat meminta pengurangan gula tambahan. Langkah kecil seperti ini memudahkan penerapan kebiasaan sehat. Pada akhirnya, Nutri-Level dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup: Jadikan Nutri-Level sebagai Panduan Konsumsi Sehari-hari

Pengelompokan Nutri-Level menawarkan panduan praktis bagi masyarakat untuk memahami kandungan gizi tertentu. Melalui kategori A hingga D, konsumen memperoleh gambaran mengenai zat gizi yang perlu dibatasi. Kelompok dengan kandungan yang relatif lebih rendah dapat membantu menentukan alternatif konsumsi. Di sisi lain, kategori C dan D menjadi pengingat untuk mempertimbangkan jumlah dan frekuensi. Walaupun demikian, kualitas pola makan tidak dapat ditentukan melalui satu label saja. Membaca informasi gizi lengkap menjadi bagian dari keputusan konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Apakah sistem A hingga D membantu Anda memilih minuman dengan lebih mudah? Anda dapat menyampaikan pengalaman saat memilih minuman kemasan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya informasi gizi.

Related Articles

Back to top button